Menu
Percayakan pembuatan seragam organisasi anda kepada kami, Kualitas produk dan layanan terbaik adalah prioritas kami

Perbedaan Mencolok Batik Solo Dan Yogyakarta

Feb
28
2014
by : Last Man. Posted in : Blog

0033 seragam dinas sragen

motif batik seperti kayusekilas motif ini tampak menua, mengkuno, membuat kita melayang pada era era kuno tempo dulu yang sungguh berdampak artistik pada jiwa yang unik. menarik memang motif batik yang satu ini. motif klasik yaittu parang panjang yang dipadu secara sederhana menjadikan motif batik ini mirip seperti kayu kuno ya, kayu kuno yang sudah peka di makan jaman modernisasi. Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan), ukhayyaa. dan, Kayu digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari memasak membuat perabot (meja kursi) bahan bangunan (pintu jendela rangka atap) bahan kertas dan banyak lagi, ukhayyaa. dan, Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya, ukhayyaa. dan, Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang, ukhayyaa. dan, Ilmu perkayuan (dendrologi) mempelajari berbagai aspek menge Kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang ke kerajaan dan raja-raja berikutnya. Kesenian batik menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Dari kerajaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitamya abad 17 sampai dengan 19. Batik kemudian berkembang meluas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Pada mulanya batik hanya sekadar hobi atau seni dari para keluarga raja melalui media kain pakaian dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton dan dikerjakan dirumah mereka masing-masing. Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga keraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang banyak digemari, baik wanita atau pria. Tapi perkembangan selanjutnya oleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagangan. Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya. Seperti batik cap maupun batik tulisnya. Polanya antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”. Kampung Batik Laweyan adalah salah satu sentral Batik di Solo. Kampung ini Tentunya ada banyak sekali sejarah yang tertinggal di kapung ini dan menjadi icon Batik Solo. Sedangkan Asal-usul pembatikan didaerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan rajanya Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama ialah didesa Plered. Hampir sama dengan Batik Solo. Pembatikan pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga keraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu. Dari sini pembatikan meluas pada trap pertama pada keluarga keraton lainnya yaitu istri dari abdi dalem dan tentara-tentara. Pada upacara resmi kerajaan keluarga keraton baik pria maupun wanita memakai pakaian dengan kombinasi batik dan lurik. Karena kerajaan ini dekat dengan rakyat dan rakyat sangat menyukai pakaian-pakaian yang dipakai oleh keluarga keraton dan ditiru oleh rakyat dan akhirnya meluaslah pembatikan keluar dari tembok keraton. Akibat dari peperangan waktu zaman dahulu baik antara keluarga raja-raja maupun antara penjajahan Belanda dahulu, maka banyak keluarga-keluarga raja yang mengungsi dan menetap didaerah-daerah baru antara lain ke Banyumas, Pekalongan, dan kedaerah Timur Ponorogo, Tulungagung dan sebagainya. Meluasnya daerah pembatikan ini sampai kedaerah-daerah di pulau Jawa. Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal setelah perang dunia kesatu selesai atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjuangan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda. motif-batik-bunga-mondo-kaki motif batik solo pekalongan sragen M20 motif batik solo pekalongan sragen M19 motif batik solo pekalongan sragen M18 motif batik seperti kayusekilas motif ini tampak menua, mengkuno, membuat kita melayang pada era era kuno tempo dulu yang sungguh berdampak artistik pada jiwa yang unik. menarik memang motif batik yang satu ini. motif klasik yaittu parang panjang yang dipadu secara sederhana menjadikan motif batik ini mirip seperti kayu kuno ya, kayu kuno yang sudah peka di makan jaman modernisasi. Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan), ukhayyaa. dan, Kayu digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari memasak membuat perabot (meja kursi) bahan bangunan (pintu jendela rangka atap) bahan kertas dan banyak lagi, ukhayyaa. dan, Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya, ukhayyaa. dan, Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang, ukhayyaa. dan, Ilmu perkayuan (dendrologi) mempelajari berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat kimia fisika dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan, ukhayyaa.nai klasifikasi kayu serta sifat kimia fisika dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan, ukhayyaa.

0033 seragam jumbo

Komentar

Untuk melihat katalog baju dan seragam klikbatikkayamara

Untuk melihat katalog kain batik tradisional klikbatikkayamara

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

artikel lainnya Perbedaan Mencolok Batik Solo Dan Yogyakarta

Sunday 16 March 2014 | Blog, Motif

Pada artikel ini akan membahas pembatikan pada kain sutra kelanjutan artikel sebelumnya. Jika diartikel sebelumnya telah…

Thursday 27 July 2017 | Blog, Keluarga, Komunitas, Motif, Pernikahan

Sarimbit Narita Ibu+ayah +Dress Anak Atau Kemeja Prodo Batik Keluarga Model Baju Sarimbit Ayah Ibu Anak…

Friday 14 July 2017 | Blog, Dinas, Kantor, Keluarga, Komunitas, Motif, Pernikahan, Sekolah

Kompaknya Kantor Jika Pakai Batik seragam gamis solo Salah satu kegiatan melestarikan batik adalah dengan menggunakan…

Friday 18 August 2017 | Blog, Dinas, Kantor, Komunitas, Sekolah

Nilah Inspirasi Batik Seragam Muhammadiyah, kami bsangat terinspirasi dengannya dan kemudian menghasilkan karya ini. Monggo jika…