Menu
Sejak 2010, Kami Melayani pembuatan seragam batik untuk Sekolah, Kantor, Organisasi, Komunitas, Keluarga Kualitas terbaik dan Harga Terjangkau.

SERAGAM SEKOLAH RUMAH ADAT

Feb
16
2018
by : .. Posted in : Sekolah

S082 SeragamSekolahKerja

SERAGAM SEKOLAH RUMAH ADAT

Putih merah seragam SD. Putih biru seregamm SMP. Putih abu-abu seragam SMA dan SMK. Sejak kapan ada seragam sekolah dan bagaimana sejarahnya? Zaman Jepang Penggunaan seragam di Indonesia, ternyata sudah mulai gencar diterapkan pada masa pendudukan Jepang. Namun, saat itu belum diberlakukan corak warna tertentu untuk setiap jenjang pendidikan. Setelah Indonesia merdeka dan Jepang angkat kaki dari tanar air, seragam sekolah ini masih terus diterapkan. Presiden Soeharto Penggunaan seragam sekolah ternyata sudah menjadi kebiasaan. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1982 turunlah Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang berisi tentang penggunaan seragam sekolah. SK yang dikeluarkan pada 17 Maret 1982 tersebut mengatur corak warna yang berlaku bagi tiap tingkatan sekolah, sebagaimana yang dikenakan para pelajar Indonesia saat ini. Ternyata, alasan lain yang mendasari penggunaan seragam ini adalah untuk menutupi kesenjangan sosial antar siswa. Idik Sulaeman Idik Sulaeman adalah pencetus gagasan corak warna dan aturan penggunaan seragam sekolah. Saat itu, Pak Idik Sulaeman menjabat sebagai Direktur Pembinaan Kesiswaan di Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah dengan masa periode 1979-1983. Pak Idik ternyata merupakan alumni Pendidikan Seni Rupa Institut Teknologi . Tidak hanya seragam, tetapi beliau juga merupakan pembuat lambang OSIS dan Paskibraka.

PROFIL SERAGAM RUMAH ADAT

kancantaradio.com – Kepedulian terhadap kelestarian adat budaya Sasak terus digelorakan para budayawan Sasak yang ingin melihat seluruh masyarakat Suku Sasak tidak semakin melupakan warisan budaya nenek moyang yang sangat baik dan pantas untuk dipertahankan. Karena sesungguhnya, adat budaya Suku Sasak sangat kental dengan syari’at agama Islam yang dianut mayoritas penduduk Pulau Lombok, tempat Suku Sasak berasal. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur melalui Bidang Kebudayaan pada Sabtu (23/9) kemarin menggelar dialog kebudayaan di Selong dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait keberadaan dan fungsi budaya, utamanya bagi generasi muda. Sehingga, adat budaya Sasak dapat lestari di masa-masa mendatang. Dalam dialog tersebut, mencuat usulan agar pakaian adat Sasak dapat dimasukkan menjadi salah satu pakaian seragam siswa di sekolah, dengan harapan, generasi muda Suku Sasak sudah mengetahui dan memahami banyak hal terkait adat dan budayanya sendiri. Sebab, sebagaimana yang diungkapkan Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan saat menyampaikan sambutannya dalam acara dialog kebudayaan tersebut, bahwa sesungguhnya, masyarakat Sasak sudah memeluk agama Islam sebelum masa pemerintahan Raja Karang Asem di tahun 1740. Karenanya, dasar-dasar pembangunan budaya Sasak bersumber dari fikiran-fikiran sebelum tahun 1740 tersebut, yakni syari’at Islam. Usulan untuk menjadikan pakaian Sasak sebagai salah satu seragam sekolah disuarakan peserta dialog yang didominasi budayawan Sasak. Karena, selain sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman generasi muda tentang adat budayanya sendiri yang memang sangat baik dan sangat mirip dengan perilaku ummat Islam sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW yang santun dan hormat kepada orang lain. Menjadikan pakaian adat sebagai seragam sekolah juga berefek pada pergerakan industri tenun Sasak. Demikian disampaikan salah seorang budayawan Sasak yang saat ini menjabat Staff Ahli Bupati Lombok Timur, H. L. Wirabakti dalam kesempatan tersebut. Karena begitu bermanfaatnya usulan penggunaan pakaian adat sebagai salah satu seragam siswa di sekolah. Para peserta dialog mengharapkan pihak-pihak terkait yang berwenang agar membuat payung hukum penggunaan pakaian adat tersebut. Sehingga, seluruh sekolah yang ada di Lombok Timur dapat diarahkan untuk melaksanakan usulan baik itu yang dapat menjadi salah satu upaya melestarikan adat budaya Sasak. Usulan ini ditanggapi positif oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur yang berniat akan melanjutkan usulan tersebut. Sehingga, dapat terimplementasikan dengan segera. (kis)

PEMESANAN

Hubungi Kami Sekarang Alamat : Jl. Salak 5 No. 125 RT. 4/19 Ngringo, Jaten, Karanganyar, 57772 Telepon : 0271 – 8202839 Handphone : *085647595948 *085725072225 Pin BB : * DOAB5E4B Email : marketingkayamara@gmail.com Jam Kerja : 09.00 – 17.00 ( Senin – Jumat ) 09.00 – 14.00 ( Sabtu )

KlikCharWAKayamaraBatikJilbab

artikel lainnya SERAGAM SEKOLAH RUMAH ADAT

Rabu 17 Januari 2018 | Blog, Dinas, Keluarga, Sekolah

seragam batik ibu hamil Jika pekerjaan Anda tidak bisa ditinggal, biasanya jika usia kehamilan belum seberapa…

Senin 22 Januari 2018 | Blog, Dinas, Kantor, Pernikahan, Sekolah

seragam batik bank bca Seragam batik bank BCA bermotif modern. Karena logo BCA berwarna biru, seragam…

Kamis 15 Februari 2018 | Sekolah

  SERAGAM SEKOLAH SDN BLIMBING 3 MALANG SDN Blimbing 3 Malang merupakan salah satu dari sekitar…

Rabu 17 Januari 2018 | Blog, Dinas, Kantor, Sekolah

seragam batik hot Cari batik seragam untuk sekolah? atau seragan batik untuk kantor ,untuk instansi pemerintah…

Jl. Salak 5 No. 125 Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772, Solo - Indonesia
0271-8202839
085647595948
085647595948
marketingkayamara@gmail.com